Sebuah lambang yang sangat rinci dan indah menampilkan sebuah perisai merah tengah dengan garis emas, dihiasi dengan aksara Thailand emas yang rumit di tengahnya. Di belakang perisai, sayap emas besar yang simetris dengan bulu berlapis-lapis membentang keluar, melengkung ke atas. Di bagian atas lambang, mahkota kerajaan Thailand emas tradisional dengan aksen bunga dan mahkota berpuncak tajam duduk dengan mencolok. Desain ini mencakup ukiran emas yang rumit membingkai perisai, dengan motif bunga dan daun tambahan di sekitar mahkota. Palet warnanya didominasi oleh emas yang cerah dan merah tua, dengan shading dan highlight untuk menciptakan tampilan tiga dimensi yang megah, dan otoritas, dengan komposisi seimbang yang menekankan simetri dan detail intricat. Gaya keseluruhannya sangat dekoratif dan heraldik, memancarkan kemegahan dan keberadaan, dengan penataan yang seimbang menekankan simetri dan detail yang rumit.
Logo aksara Thailand emas
Mistik Bulat
Sebuah simbol mistik bulat dengan gaya tangan yang rumit, menampilkan lingkaran luar besar dan lingkaran dalam sedikit lebih kecil. Di dalam lingkaran dalam, terdapat enam simbol yang tersebar merata di sekitar pusat: sepasang garis silang dengan lingkaran kecil di ujungnya, garis zigzag vertikal, panah yang mengarah ke kanan, segitiga yang mengarah ke bawah dengan garis di atasnya, segitiga yang mengarah ke atas dengan garis di bawahnya, dan "X" bergaya dengan tanda tambahan. Simbol-simbol tersebut terhubung oleh garis tipis membentuk pola seperti bintang. Di sekitar tepi lingkaran dalam, terdapat karakter aksara atau tulisan kuno yang terletak merata, ditulis dalam font tangan yang kasar, dan bergaya. Seluruh desain memiliki penampilan kasar seperti sketsa dengan ketebalan garis yang tidak merata, memberikan nuansa kuno, mistik, dan arkane. Latar belakangnya transparan.
Ilustrasi Desain Logo Kreatif
Ilustrasi yang sangat detail, penuh warna, dan bergaya dari kepala burung dalam profil, menampilkan susunan bulu yang kompleks dan berlapis-lapis. Bulu-bulu tersebut panjang, melengkung, dan ber tekstur, dengan aliran dinamis yang menekankan gerakan. Palet warnanya mencakup warna-warna merah, oranye, kuning, biru, dan hijau, yang bercampur halus untuk menciptakan kedalaman dan kontras. Mata burung itu besar, bulat, dan ekspresif, dengan iris biru cerah, cincin konsentris, dan pupil hitam yang menonjol, dikelilingi oleh detail bulu halus. Paruhnya tajam, melengkung, dan warna oranye yang hidup dengan shading halus untuk menyoroti bentuknya yang tiga dimensi. Komposisinya melawan latar belakang hitam pekat, membuat bulu warna-warni dan detail yang rumit menonjol dengan jelas. Pencahayaannya lembut dan terfokus, menekankan tekstur dan struktur berlapis bulu, memberikan sensasi kedalaman dan realisme dalam desain bergaya tersebut.
Logo Simbol Padang Pariaman bersatu membangun
Lambang berbentuk perisai dengan Logo Simbol Padang Pariaman menggambarkan nilai-nilai budaya Minangkabau, agama Islam, dan semangat kebersamaan masyarakat. Lambang ini menampilkan perisai, rumah adat bergonjong, dan biduk yang melambangkan perjuangan, budaya, serta posisi pantai. Motto "bersatu membangun" mewakili makna bersama-sama dalam membangun. Semua elemen dalam lambang ini menyiratkan kebersamaan dan kesatuan dalam upaya memajukan daerah tersebut.
Logo Simbol PADANG PARIAMAN BASAMO MANGABANG
Lambang berbentuk perisai pada Logo Simbol Padang Pariaman mewakili nilai-nilai budaya Minangkabau, agama Islam, dan semangat kebersamaan masyarakat. Lambang ini menampilkan elemen perisai, rumah adat bergonjong, dan biduk yang melambangkan perjuangan, budaya, dan posisi pantai. Motto "PADANG PARIAMAN BASAMO MANGABANG" mengajak untuk bersama-sama membangun daerah ini. Ayo, bersatu dalam membangun!
Logo Simbol Padang Pariaman BASAMO MANGKO MENJADI
Lambang berbentuk perisai dengan Logo Simbol Padang Pariaman mencerminkan nilai-nilai budaya Minangkabau, agama Islam, dan semangat kebersamaan masyarakat. Lambang ini menampilkan perisai, rumah adat bergonjong, dan biduk yang melambangkan perjuangan, kekayaan budaya, dan kedudukan di tepi pantai, dengan moto "BASAMO MANGKO MENJADI" yang berarti bersama-sama dalam membangun negara ini.
Logo Simbol Padang Pariaman Saiyo Sakato
Lambang yang berbentuk perisai menampilkan Logo dan Simbol Padang Pariaman serta menggambarkan nilai-nilai budaya Minangkabau, agama Islam, dan semangat kebersamaan masyarakat. Lambang ini menampilkan perisai, rumah adat bergonjong, dan biduk yang melambangkan perjuangan, budaya, dan posisi pantai, beserta motto "Saiyo Sakato" yang artinya bersama dalam membangun.
Logo Simbol Padang Pariaman Saiyo Sakato
Lambang berbentuk perisai dari Logo Simbol Padang Pariaman mencerminkan nilai-nilai budaya Minangkabau, Islam, dan semangat kebersamaan masyarakat. Dalam lambang ini terdapat perisai, rumah adat bergonjong, dan biduk yang melambangkan perjuangan, kekayaan budaya, serta kedekatan dengan pantai. Motto "Saiyo Sakato" yang artinya bersama dalam membangun, menjadi semangat yang diterapkan oleh masyarakat Padang Pariaman.
Logo Piaman Laweh
Simbol Kota Pariaman terdiri dari perisai bersudut lima yang menggambarkan semangat juang berdasarkan Pancasila dan Budaya Minangkabau, rumah adat Minangkabau yang terbuka dan transparan, kubah masjid yang mewakili komunitas Muslim, serta biduk yang menandakan kedudukan pesisir dan ketahanan masyarakat. Selain itu, terdapat tulisan "Piaman Laweh" yang sering disebut oleh penduduk Pariaman, Sumatera Barat, sebagai wujud semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam membangun daerah.
Logo Jam Gadang Bukittinggi
Logo "Jam Gadang" Bukittinggi merupakan representasi dari menara jam besar yang menjadi simbol ikonik kota, identitas, dan kebanggaan masyarakat Minangkabau. Nama "Jam Gadang" berasal dari bahasa Minangkabau yang artinya "jam besar", mengacu pada ukuran jam yang mencolok di pusat kota. Lebih dari sekadar pengukur waktu, bangunan ini mengandung makna sejarah perjuangan, semangat persatuan, keberagaman budaya, dan arsitektur harmonis yang memadukan sentuhan Eropa dengan tradisi Minangkabau, terutama dengan bentuk atap gonjong khas Rumah Gadang.
Logo Bukittinggi
Lambang berbentuk perisai yang melambangkan Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat, merupakan simbol penting bagi masyarakat Minangkabau. Jam Gadang tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu di pusat kota, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan dan identitas bagi penduduk setempat. Dengan gaya arsitektur yang mencerminkan harmoni antara Eropa dan tradisi Minangkabau, Jam Gadang menjadi saksi sejarah yang menggambarkan semangat toleransi, persatuan, dan keberagaman budaya yang kental di Indonesia.
Simbol Kota Bukittinggi
Simbol berbentuk perisai Kota Bukittinggi melambangkan keadaan geografis kota tersebut dengan dua bukit besar dan tujuh bukit kecil di depannya, serta ngarai yang melambangkan keindahan alam dan kesuburan tanah di sekitar. Elemen seperti gonjong rumah adat, gobah bertingkat, dan carano sirih juga menjadi bagian dari lambang yang mencerminkan nilai sosial dan falsafah Minangkabau, yaitu "Adat Syarak Basandi Kitabullah"















